Menghubungkan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komitmen Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (S2 ITP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada Kamis, 2 Juli 2026 di Padukuhan Gunung Gambar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, dengan melibatkan mahasiswa S2 ITP semester 3 sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis lapangan.
Gunung Gambar merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi robusta. Kondisi agroekologi yang mendukung menghasilkan kopi dengan karakter cita rasa yang khas. Namun demikian, potensi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, khususnya pada aspek pascapanen, seperti penanganan bahan baku, proses pengeringan, dan pengolahan yang sangat menentukan konsistensi mutu kopi.
Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Qurrotul A’yun, S.T.P., M.Sc. selaku Sekretaris Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan UGM. Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Sulasna selaku Ketua Kelompok Pemuda Tani Kopi Gunung Gambar, dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., Ketua Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan UGM. Dalam sambutannya, Dr. Widiastuti menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan memberikan solusi kepada mitra, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Materi utama mengenai penanganan pascapanen dan pengolahan kopi disampaikan oleh Dian Anggraini Suroto, S.T.P., M.P., M.Eng., Ph.D. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya pengendalian setiap tahapan pascapanen untuk menjaga mutu kopi, mulai dari penanganan buah kopi, proses pengeringan, hingga pengolahan yang tepat agar karakter cita rasa kopi dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Tidak hanya menerima materi, mahasiswa juga melakukan observasi langsung ke kebun dan lokasi pengolahan kopi. Mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, berdiskusi dengan masyarakat, serta merumuskan peluang perbaikan berdasarkan pendekatan ilmu dan teknologi pangan. Hasil observasi tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan dosen dan masyarakat sebagai bahan diskusi bersama mengenai alternatif solusi yang dapat diterapkan.
Kegiatan ditutup dengan sesi wrap up oleh Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. yang menekankan pentingnya menjaga kualitas kopi sejak tahap budidaya hingga pascapanen. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan analisis dan berpikir kritis dalam menyusun solusi yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga sesuai dengan kondisi masyarakat dan potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, S2 ITP UGM menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa pascasarjana. Pengalaman belajar langsung di lapangan diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan kopi robusta Gunung Gambar sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara S2 ITP UGM dan masyarakat Gunung Gambar dalam meningkatkan mutu, nilai tambah, serta daya saing kopi robusta lokal melalui pendekatan ilmiah dan berbasis riset.


