Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, menghadirkan Prof. Eduardo Cortón dari University of Buenor Aires (UBA), Argentina, dalam rangkaian kegiatan akademik berupa kuliah tamu dan workshop pada 20-21 Juli 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa pascasarjana untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan biosensor, bioanalisis, dan metode elektrokimia serta aplikasinya dalam pengembangan teknologi analisis yang sederhana dan aplikatif.
Menggabungkan Elektrokimia dan Biologi untuk Solusi Teknologi
Rangkaian kegiatan diawali dengan kuliah tamu bertajuk “New Biosensors and Other Bio-Analytical Methods to Develop Technological Solutions by Merging Electrochemistry and Biology” pada Senin, 20 Juli 2026, di Ruang 102 Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Kegiatan terbuka bagi mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Program Studi Magister Teknologi Hasil Perkebunan (PS M THP), dan Program Studi Doktor Ilmu Pangan (PS D IP). Kuliah tamu dibuka oleh Dr. Arima Diah Setiowati, S.T.P., M.Sc., selaku Sekretaris PS D IP mewakili pengelola Program Studi Pascasarjana dan dimoderatori oleh Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc.
Dalam pemaparannya, Prof. Cortón memperkenalkan prinsip bioelektrokimia dan biosensor serta menunjukkan bagaimana integrasi antara sistem biologis dan teknik elektrokimia dapat menghasilkan berbagai solusi analitik. Kelompok risetnya di Biosensors and Bioanalysis Laboratory mengembangkan biosensor menggunakan berbagai elemen biologis, termasuk mikroorganisme, enzim, antibodi, dan DNA.
Pembahasan berkembang dari enzymatic dan microbial biosensors hingga microbial fuel cells (MFCs), microfluidic devices, material elektroda baru, serta pengembangan perangkat point-of-care dan point-of-need. Pendekatan tersebut memiliki cakupan aplikasi yang luas, antara lain untuk diagnosis medis, pemantauan kualitas air, lingkungan, pertanian presisi, serta berbagai kebutuhan analisis lainnya. Kelompok Prof. Cortón sendiri memiliki orientasi kuat pada pengembangan produk dan solusi teknologi dengan basis bioelektrokimia.
Salah satu topik menarik yang diperkenalkan adalah pemanfaatan microbial fuel cells sebagai biosensor aktivitas metabolisme mikroorganisme. Prof. Cortón menunjukkan bagaimana prinsip bioelektrokimia tersebut bahkan telah dikembangkan kelompoknya sebagai pendekatan untuk mendeteksi proses metabolisme yang berpotensi diaplikasikan dalam pencarian tanda-tanda kehidupan di luar Bumi.
Perkembangan metode analisis yang semakin sederhana dan portabel juga menjadi bagian penting dalam kuliah tersebut. Salah satu contoh yang disampaikan adalah metode analisis mikroplastik berbasis kamera smartphone dan analisis citra, yang menunjukkan peluang integrasi teknologi yang mudah diakses dengan metode bioanalisis modern.
Dalam bidang pangan, Prof. Cortón memaparkan pengembangan sensor dan process control untuk produksi wine. Pendekatan fingerprinting komponen polifenol yang dikombinasikan dengan microfluidic devices dan artificial intelligence dikembangkan untuk mendukung klasifikasi wine, deteksi adulterasi, pengendalian mutu otomatis, serta menghasilkan blend yang lebih reproducible.
Workshop Analisis Polifenol dengan Disposable Carbon Electrodes
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Selasa, 21 Juli 2026, dengan workshop bertajuk “Electrochemical Determination of Polyphenols Using Disposable Carbon Electrodes: Toward Simple Point-of-Need Analytical Devices” di Laboratorium KBPHP, Departemen TPHP FTP UGM.
Workshop terbuka bagi mahasiswa pascasarjana Departemen TPHP UGM dari PS M ITP, PS M THP, dan PS D IP. Berbeda dengan kuliah tamu pada hari sebelumnya yang memberikan landasan konseptual dan gambaran luas mengenai perkembangan biosensor dan bioanalisis, workshop memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat penerapan metode elektrokimia untuk analisis senyawa pangan.
Penggunaan disposable carbon electrodes memberikan perspektif mengenai bagaimana suatu metode analisis dapat dikembangkan menjadi lebih sederhana, cepat, portabel, dan berpotensi digunakan langsung di lokasi pengukuran atau point-of-need. Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi pengembangan metode analisis pangan yang tidak hanya mempertimbangkan performa analitik, tetapi juga kemudahan implementasi dan efisiensi.
Memperkuat Atmosfer Akademik Internasional
Prof. Eduardo Cortón merupakan profesor di University of Buenos Aires sekaligus peneliti CONICET (National Scientific and Technical Research Council), Argentina, dan memimpin Biosensors and Bioanalysis Laboratory. Bidang keahliannya terutama mencakup bioelektrokimia serta pengembangan biosensor dan metode bioanalisis untuk menghasilkan solusi teknologi.
Kehadiran Prof. Cortón memberikan kesempatan kepada mahasiswa PS M ITP dan program studi pascasarjana lainnya di Departemen TPHP untuk berinteraksi langsung dengan peneliti internasional sekaligus memperoleh perspektif mengenai perkembangan metode analisis dari sisi fundamental hingga aplikasinya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PS M ITP UGM dalam memperkuat atmosfer akademik dan internasionalisasi pendidikan, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan teknologi analisis mutakhir. Integrasi kimia analitik, elektrokimia, biologi, ilmu material, miniaturisasi perangkat, dan analisis data menunjukkan bahwa penyelesaian berbagai permasalahan pangan masa depan semakin membutuhkan pendekatan multidisiplin.
Melalui kuliah tamu dan workshop internasional ini, mahasiswa diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan gagasan penelitian yang lebih inovatif, aplikatif, dan kolaboratif. Rangkaian kegiatan bersama Prof. Eduardo Cortón juga membuka ruang bagi penguatan jejaring akademik dan peluang kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, University of Buenos Aires, dan CONICET, Argentina, khususnya dalam pengembangan metode analisis, biosensor, dan teknologi bioanalisis.