Survei kepuasan pengguna lulusan Program Studi S2 Ilmu dan Teknologi Pangan terhadap lulusan tahun akademik 2022/2023, 2021/2022, dan 2020/2021 melibatkan 32 responden yang merupakan pengguna atau pihak yang mempekerjakan alumni. Penilaian dilakukan terhadap tujuh aspek kompetensi lulusan, yaitu etika, keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi utama), kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, serta pengembangan diri.
Secara umum, pengguna alumni memberikan penilaian pada kategori baik hingga sangat baik pada seluruh aspek yang dinilai. Hasil survei menunjukkan bahwa lulusan S2 ITP dinilai memiliki integritas dan etika profesional yang kuat, penguasaan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan kerja, serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik. Selain itu, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan komitmen terhadap pengembangan diri juga dinilai positif, yang mencerminkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tuntutan dunia kerja dan perkembangan keilmuan secara berkelanjutan. Hasil penilaian pengguna lulusan pada masing-masing aspek disajikan pada gambar berikut.







Masukan Pengguna Lulusan dan Rencana Tindak Lanjut Program Studi
Berdasarkan hasil survei pengguna lulusan, diperoleh sejumlah masukan utama yang menjadi dasar penyusunan langkah-langkah tindak lanjut program studi sebagai berikut:
- Penguatan etika dan profesionalisme kerja
Program studi memperkuat integrasi materi etika penelitian dan profesionalisme dalam perkuliahan serta menekankan integritas akademik dan tanggung jawab profesional dalam proses pembelajaran dan penelitian. - Peningkatan kualitas kompetensi bidang ilmu
Merespons kebutuhan pengguna lulusan terhadap peningkatan kompetensi bidang ilmu yang relevan dengan dunia kerja, program studi melakukan penyempurnaan proses pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) guna memastikan keselarasan capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan industri, perkembangan keilmuan, serta tuntutan profesional di bidang ilmu dan teknologi pangan. - Peningkatan kemampuan bahasa asing (Bahasa Inggris)
Sejalan dengan masukan terkait pentingnya kemampuan bahasa Inggris dalam mendukung daya saing lulusan, program studi meningkatkan standar kemampuan bahasa Inggris pada proses seleksi mahasiswa baru, memperluas penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik seperti presentasi dan seminar, serta mendorong pemanfaatannya dalam forum pembelajaran untuk mendukung komunikasi profesional dan jejaring global. - Penguasaan teknologi informasi dan keterampilan praktis
Pengguna lulusan menilai pentingnya penguasaan teknologi dan keterampilan praktis bagi lulusan. Oleh karena itu, program studi mengintegrasikan sistem pembelajaran digital (Simaster, e-Lok, dan platform daring lainnya) dalam perkuliahan serta memperkuat pengalaman belajar berbasis praktik melalui penggunaan teknologi terkini di bidang teknologi pangan, studi kasus industri, dan keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran. - Penguatan kemampuan berkomunikasi
Menjawab kebutuhan peningkatan kemampuan komunikasi akademik dan profesional, program studi menerapkan pembelajaran partisipatif yang mendorong presentasi individu, diskusi ilmiah, serta penyampaian gagasan secara sistematis sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan optimal untuk mengembangkan keterampilan komunikasi. - Peningkatan kemampuan kerja sama dan kolaborasi
Pengguna lulusan memberikan masukan terkait pentingnya kemampuan kerja sama dan kolaborasi. Untuk itu, program studi memperkuat penugasan berbasis kelompok dan project-based learning, termasuk kolaborasi lintas disiplin yang menekankan koordinasi tim, pemecahan masalah bersama, serta penguatan kemampuan bekerja dalam konteks multidisipliner. - Pengembangan diri dan jejaring mahasiswa
Menindaklanjuti masukan tentang pentingnya pengembangan diri dan perluasan jejaring profesional, program studi memfasilitasi kegiatan field trip, partisipasi dalam organisasi mahasiswa pascasarjana, serta peningkatan dukungan pendanaan kegiatan akademik dan kemahasiswaan guna memperluas pengalaman belajar kontekstual, jejaring profesional, dan kesiapan karier lulusan.
Selain tujuh aspek penilaian utama, pengguna lulusan juga memberikan masukan terkait penguatan kompetensi manajerial, kemampuan pendekatan sosial kepada masyarakat, serta kewirausahaan dan inovasi. Sebagai tindak lanjut, program studi mengintegrasikan pengembangan kepemimpinan dan manajemen proyek dalam pembelajaran, memperkuat kegiatan berbasis pengabdian masyarakat, serta mendorong inovasi dan kewirausahaan melalui integrasi hilirisasi riset dan kegiatan akademik pendukung.