Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (S2 ITP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Evelyn Gabriella Suliantoro dan Husnul Wati berhasil meraih 1st Place dalam ajang “Sustainable Livestock Transformation Research and Innovation Competition for Young Scientists” yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 25–31 Maret 2026.
Dalam ajang tersebut, Evelyn dan Husnul juga terpilih sebagai 10 finalis terbaik serta memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan melalui sesi pitching yang diselenggarakan di Jakarta pada 26–27 Maret 2026. Capaian ini diraih di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc, yang mendampingi proses pengembangan ide dan penyusunan inovasi hingga tahap kompetisi.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi para ilmuwan muda untuk menghadirkan gagasan inovatif dalam mendukung transformasi sektor peternakan yang lebih berkelanjutan. Melalui kompetisi tersebut, Evelyn dan Husnul mengusung inovasi yang berfokus pada pemantauan tingkat kesegaran daging sapi secara real time.
Gagasan ini berangkat dari kondisi di lapangan, di mana praktik pengemasan daging masih banyak menggunakan styrofoam dan plastic wrap yang bersifat non-biodegradable serta belum mampu memberikan informasi mutu produk secara langsung kepada konsumen. Hal ini mendorong perlunya solusi yang tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan informatif.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, keduanya menginisiasi pengembangan smart packaging yang mampu mendeteksi tingkat kesegaran daging sapi secara real time dan terintegrasi dengan sistem digital traceability. Inovasi ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat aspek keamanan pangan, tetapi juga mendukung terciptanya sistem peternakan yang lebih berkelanjutan melalui pengembangan kemasan yang lebih cerdas, fungsional, dan relevan dengan kebutuhan industri pangan masa kini.
Prestasi ini mencerminkan kapasitas mahasiswa S2 ITP UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang responsif terhadap isu-isu strategis di bidang pangan, peternakan, dan keberlanjutan. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan peran Program Studi S2 ITP dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan global.
Capaian Evelyn Gabriella Suliantoro dan Husnul Wati diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa S2 ITP lainnya untuk terus mengembangkan penelitian yang berdampak, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi inovatif dalam mendukung pengembangan sistem pangan dan pertanian yang lebih berkelanjutan.