Yogyakarta – Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (S2 ITP), Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Beyond Thesis: Arah Karir dan Kesiapan Profesional” pada Kamis, 26 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams ini diikuti oleh sekitar 32 mahasiswa S2 ITP.
Kuliah tamu ini menghadirkan Titik Kurniawati, S.T.P., CHRMP, Human Resources PT Nutrifood Indonesia, yang membagikan wawasan mengenai dinamika dunia kerja sekaligus strategi dalam mempersiapkan diri sebelum memasuki lingkungan profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa S2 ITP diajak untuk melihat bahwa perjalanan pascasarjana tidak berhenti pada penyelesaian tesis, melainkan menjadi titik awal dalam merancang arah karier.
Sejak awal sesi, narasumber menekankan pentingnya kesadaran akan perubahan dunia yang berlangsung cepat dan tidak terduga. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi berjalan dalam pola yang linear. Pergeseran dari konsep VUCA menuju BANI menggambarkan realitas global yang semakin kompleks, penuh ketidakpastian, dan sulit diprediksi. Dalam situasi tersebut, kemampuan beradaptasi dan ketahanan menjadi kompetensi yang tidak terpisahkan dari kesiapan profesional.
Perubahan ini turut tercermin dalam perkembangan industri yang bergerak menuju era Industry 5.0, di mana teknologi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berjalan berdampingan dengan peran manusia. Pendekatan yang lebih human-centric, berorientasi pada keberlanjutan, serta menekankan ketahanan menjadi ciri utama transformasi ini. Mahasiswa S2 ITP pun didorong untuk memahami bagaimana keilmuan yang dimiliki dapat berkontribusi dalam sistem industri yang semakin terintegrasi dan berkelanjutan.
Pembahasan kemudian mengarah pada fenomena disrupsi industri yang semakin nyata, khususnya akibat perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Kehadiran model bisnis baru menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dan beradaptasi agar tetap relevan. Dari sini, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa fleksibilitas dan kesiapan menghadapi perubahan merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan karier di masa depan.
Dalam konteks industri pangan, inovasi produk menjadi salah satu aspek penting yang turut disoroti. Produk yang mampu bertahan bukan hanya yang berkualitas, tetapi juga yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan mengikuti perkembangan tren. Hal ini membuka ruang bagi lulusan S2 ITP untuk berperan aktif dalam mengembangkan solusi berbasis pangan yang inovatif dan bernilai tambah.
Selain aspek teknis, mahasiswa juga diajak untuk merefleksikan pentingnya penguatan future core skills. Kemampuan berpikir kreatif, komunikasi, adaptabilitas, serta pemecahan masalah menjadi bekal penting dalam menghadapi lingkungan kerja yang kolaboratif dan dinamis. Keterampilan ini melengkapi kompetensi akademik yang telah diperoleh selama masa studi.
Pada bagian akhir, narasumber menyampaikan bahwa lulusan S2 ITP memiliki peluang karier yang luas di berbagai sektor, mulai dari food manufacturing, sales and marketing, hingga bidang digital dan teknologi. Seiring dengan dinamika industri, kesiapan kerja tidak hanya didukung oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan praktis, penguasaan soft skills, serta kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa S2 ITP memperoleh perspektif yang lebih utuh mengenai arah pengembangan karier setelah menyelesaikan studi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara lebih terarah, sehingga mampu berkontribusi secara optimal dalam industri pangan yang terus berkembang.