Menghubungkan riset, pengabdian, dan pembelajaran pascasarjana memerlukan satu langkah penting, yaitu turun langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan oleh tim Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS MITP) Universitas Gadjah Mada saat melaksanakan survei pada Rabu, 8 April 2026 di Gunung Gambar, Gunungkidul, untuk menyiapkan program pengabdian berbasis riset pada komoditas kopi robusta.
Kegiatan ini berlangsung di Padukuhan Gunung Gambar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, dengan tim yang dipimpin oleh Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc. selaku Ketua Program Studi PS MITP. Tim juga melibatkan dosen lintas keahlian dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Pertanian UGM, yaitu Dr.rer.nat. Lucia Dhiantika Witasari, S.Farm., Apt., M.Biotech., Dr. Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., Dr. Qurrotul A’yun, S.T.P., M.Sc., Dr. Jumeri, S.T.P., M.Si., dan Ir. Supriyanta, M.P. Kegiatan ini merupakan tahap awal penyusunan program pengabdian yang ke depan juga dirancang untuk melibatkan mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Pangan.
Gunung Gambar dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pengembangan kopi robusta yang menjanjikan. Namun, melalui observasi lapangan dan diskusi bersama masyarakat, tim menemukan bahwa tantangan utama tidak hanya terletak pada aspek budidaya, tetapi juga pada proses pascapanen, khususnya pengeringan dan pengendalian mutu. Variasi dalam proses ini berpotensi menyebabkan ketidakteraturan kadar air, meningkatnya proporsi biji cacat seperti immature atau quaker, serta inkonsistensi mutu antar batch produksi.
Survey ini juga menjadi ruang dialog yang produktif antara tim akademik dengan para tokoh lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut tetua masyarakat dan tokoh umat Hindu setempat, Sekretaris Kapanewon Ngawen, Ketua Kelompok Tani Tanaman Pangan, serta Ketua RW sekaligus Ketua Kelompok Pemuda Tani Kopi. Diskusi bersama para tokoh ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial, kelembagaan, serta potensi kolaborasi masyarakat dalam pengembangan kopi lokal.
Bagi tim PS MITP UGM, kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial dalam merancang program pengabdian berbasis riset aplikatif. Pendekatan yang diusung tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi pada penerjemahan hasil riset menjadi solusi yang sederhana, relevan, dan dapat diterapkan oleh masyarakat. Dengan memahami kondisi nyata di lapangan, program yang disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan mitra secara tepat sasaran, khususnya dalam penguatan sistem pascapanen dan mutu kopi robusta.
Lebih jauh, kegiatan ini juga dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa pascasarjana. Mahasiswa tidak hanya akan terlibat pada tahap implementasi program, tetapi juga memahami proses perancangan program yang berbasis pada identifikasi masalah nyata. Hal ini mencerminkan integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana riset, pendidikan, dan pengabdian tidak berjalan secara terpisah, melainkan saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.
Melalui kegiatan survey ini, PS MITP UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang berbasis kebutuhan, berbasis riset, dan berbasis kolaborasi dengan masyarakat. Dukungan dan keterbukaan warga Gunung Gambar menjadi fondasi penting dalam membangun program yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Ke depan, diharapkan program yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kopi robusta lokal, tetapi juga menjadi model pembelajaran pascasarjana yang lebih kontekstual, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.