Survei evaluasi kebijakan fakultas dilaksanakan oleh Unit Manajemen Mutu dengan melibatkan dosen dan tenaga kependidikan sebagai responden. Penilaian mencakup lima aspek utama, yaitu penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana, serta kegiatan penelitian. Hasil survei secara umum menunjukkan bahwa kebijakan fakultas telah berjalan dengan baik pada aspek operasional utama. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek tata kelola dan dukungan lingkungan kerja yang memerlukan peningkatan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan dalam kerangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pada tahun 2025, survei ini diikuti oleh 15 dosen dan 25 tenaga kependidikan.
Hasil Survei Dosen
1. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengajaran

Dosen menilai kebijakan fakultas dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran telah berjalan baik, tercermin dari sistem akademik, koordinasi perkuliahan, dan dukungan operasional pembelajaran yang memadai untuk mendukung Tridharma pada aspek pendidikan. Namun, sinergi antardepartemen dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan masih perlu ditingkatkan karena aktivitas akademik cenderung berjalan sektoral, sehingga kolaborasi lintas keilmuan belum optimal. Penguatan integrasi multidisiplin, khususnya pada jenjang doktoral, penting untuk mendorong riset yang inovatif dan berdampak.
2. Sumber Daya Manusia

Secara umum, kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dinilai baik, tetapi aspek penghargaan bagi dosen dan tenaga kependidikan senior yang telah purna tugas masih dipandang belum optimal. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan apresiasi institusional sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya akademik. Apresiasi terhadap kontribusi sivitas akademika berperan dalam meningkatkan motivasi dan loyalitas, serta mendukung transfer pengetahuan antargenerasi akademisi.
3. Pengelolaan Keuangan

Pada aspek keuangan, responden menilai perlu adanya peningkatan upaya perolehan sumber pendanaan fakultas serta penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya. Kebutuhan ini mencerminkan pentingnya kejelasan informasi terkait dukungan pembiayaan Tridharma dan kepercayaan terhadap tata kelola anggaran. Dalam perguruan tinggi berbasis riset, ketersediaan pendanaan yang memadai serta akses dan mekanisme yang jelas menjadi faktor penting untuk mendukung kinerja penelitian dan publikasi.
4. Penyediaan Sarana Prasarana

Aspek sarana dan prasarana menjadi kategori yang paling banyak memerlukan penguatan. Responden menilai bahwa kebijakan pengembangan fasilitas untuk pendidikan, penelitian, dan laboratorium, termasuk fasilitas pendukung serta kenyamanan lingkungan kerja, masih belum berjalan optimal. Di samping itu, sistem pemeliharaan sarana prasarana juga dipandang perlu ditingkatkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan kebutuhan infrastruktur akademik berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan fasilitas yang tersedia, terutama pada program doktoral yang memerlukan dukungan peralatan riset yang lebih spesifik serta lingkungan kerja ilmiah yang kondusif.
5. Kegiatan Penelitian

Kebijakan fakultas dalam mendukung kegiatan penelitian dinilai masih perlu diperkuat. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem riset secara lebih menyeluruh, mencakup peningkatan dukungan administrasi, fasilitasi kolaborasi (internal maupun eksternal), serta perluasan dan kemudahan akses terhadap pendanaan penelitian.
Hasil Survei Tenaga Kependidikan
1. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengajaran

Tenaga kependidikan menilai penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran telah berjalan baik, khususnya pada aspek operasional administrasi akademik. Meski demikian, sinergi antardepartemen dalam mendukung kegiatan pendidikan masih perlu diperkuat. Temuan ini menunjukkan bahwa proses akademik telah efektif secara administratif, tetapi koordinasi lintas unit belum terintegrasi secara optimal. Bagi tenaga kependidikan, koordinasi yang belum terstruktur dapat meningkatkan beban kerja administratif serta berpotensi memperlambat ketepatan dan kecepatan layanan akademik.
2. Sumber Daya Manusia

Kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dinilai baik, namun mekanisme penghargaan bagi dosen maupun tenaga kependidikan yang telah purna tugas masih dipandang belum optimal. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aspek apresiasi institusional belum sepenuhnya memperkuat rasa keterikatan terhadap organisasi (institutional belonging). Bagi tenaga kependidikan, sistem apresiasi yang jelas dan berkelanjutan penting untuk menjaga motivasi kerja serta mendukung kesinambungan budaya pelayanan.
3. Pengelolaan Keuangan

Tenaga kependidikan menilai bahwa kebijakan peningkatan sumber pendanaan, serta transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan perlunya komunikasi informasi keuangan yang lebih terbuka agar unit pelaksana memahami prioritas anggaran dan mekanisme pembiayaan kegiatan. Kejelasan tata kelola keuangan berpengaruh langsung terhadap kelancaran administrasi, baik dalam pelaksanaan kegiatan akademik maupun penelitian.
4. Penyediaan Sarana Prasarana

Aspek sarana prasarana merupakan kategori yang paling membutuhkan penguatan. Tenaga kependidikan menilai perlunya peningkatan kebijakan pengembangan fasilitas pendidikan dan penelitian, perbaikan kenyamanan lingkungan kerja, serta penguatan sistem pemeliharaan fasilitas agar lebih optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa mutu layanan administratif sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan kondisi fasilitas kerja. Lingkungan kerja yang kurang kondusif berpotensi menurunkan efektivitas pelayanan kepada mahasiswa dan dosen.
5. Kegiatan Penelitian

Kebijakan fakultas dalam mendukung kegiatan penelitian dinilai masih perlu diperkuat. Dari perspektif tenaga kependidikan, dukungan penelitian tidak hanya berfokus pada ketersediaan pendanaan, tetapi juga pada tersedianya sistem administrasi penelitian yang efisien, terstandar, dan mudah diakses untuk memastikan kelancaran proses layanan penelitian.