Upaya memperkuat jejaring internasional sekaligus menyiapkan Kurikulum 2026 terus dilakukan oleh Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS MITP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Salah satunya melalui kunjungan akademik ke Prince of Songkla University (PSU), Hat Yai, Songkhla, Thailand, pada 20-21 April 2026.
Kunjungan ini diikuti oleh Ketua Program Studi Magister ITP, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., Sekretaris Program Studi, Dr. Qurrotul A’yun, S.T.P., serta didampingi oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Selama dua hari pelaksanaan, delegasi menjalankan tiga agenda utama, yakni benchmarking ke Southern Thailand Science Park PSU, diskusi perpanjangan MoA mobility, serta penjajakan kerja sama internship.
Diskusi perpanjangan MoA mobility menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan ini. Melalui agenda ini, kedua institusi berupaya menjaga keberlanjutan kolaborasi yang telah terjalin, khususnya dalam mendukung mobilitas akademik, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring pendidikan dan riset di bidang ilmu dan teknologi pangan.
Di sisi lain, penjajakan kerja sama internship membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar di lingkungan akademik dan riset internasional. Keterlibatan langsung dalam ekosistem global diharapkan dapat memperkaya kompetensi mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam hal pengalaman praktis dan wawasan global. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan kurikulum yang semakin menekankan kesiapan lulusan dalam menghadapi dinamika sektor pangan yang terus berkembang.
Penguatan perspektif tersebut juga diperoleh melalui kegiatan benchmarking di Southern Thailand Science Park PSU. Dalam kunjungan ini, delegasi mendapatkan gambaran langsung mengenai pemanfaatan teknologi maju dalam pengembangan pangan modern, mulai dari fasilitas skala intermediate hingga pilot plant. Beberapa teknologi proses dan preservasi pangan mutakhir yang diperkenalkan antara lain High Pressure Processing (HPP), In-Package Cold Plasma, dan Intense Pulsed Light (IPL). Pengalaman ini menjadi referensi penting dalam menyusun Kurikulum 2026 yang lebih kontekstual, adaptif, dan selaras dengan perkembangan teknologi pangan.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Prince of Songkla University tidak hanya memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga memberikan perspektif baru dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, PS MITP UGM semakin membuka peluang kolaborasi akademik, memperluas akses pengalaman internasional bagi mahasiswa, serta memperkaya proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan sains, teknologi, dan kebutuhan industri pangan modern.