Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (S2 ITP), Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, mengikuti kuliah tamu bersama Prof. Mohammad Taherzadeh, Chief Scientific Officer di Millow AB, Sweden, pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai perjalanan karier akademik, riset, dan kewirausahaan di bidang bioteknologi pangan.
Dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Taherzadeh berbagi pengalaman kariernya, mulai dari student researcher hingga menjadi profesor sekaligus entrepreneur. Ia menceritakan bahwa ketertarikannya pada bioteknologi berawal dari pemahaman mengenai peran mikroorganisme sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia. Pengalaman studinya di Lund dan Chalmers kemudian membentuk pandangannya bahwa dunia akademik tidak hanya menuntut kemampuan riset, tetapi juga keterampilan praktis, seperti negosiasi paten, pengelolaan tim, penyusunan anggaran, serta kemampuan menyampaikan dan menawarkan ide kepada industri maupun investor.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya peneliti memahami proses hilirisasi riset dan konsep Technology Readiness Level (TRL). Prof. Taherzadeh menjelaskan bahwa banyak hasil penelitian belum berhasil berkembang menjadi produk karena sulit melewati fase “Valley of Death”, yaitu tahap kritis ketika temuan akademik harus diubah menjadi inovasi yang siap diterapkan di industri. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk sejak awal memikirkan arah dan tujuan riset yang dilakukan, baik untuk menghasilkan publikasi ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi, maupun mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata.
Sebagai akademisi sekaligus pendiri Millow AB, Prof. Taherzadeh juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi peneliti. Menurutnya, ketika berhadapan dengan mitra industri, peneliti perlu mampu menjelaskan solusi secara sederhana, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Industri tidak hanya melihat kedalaman teori, tetapi juga mempertimbangkan dampak nyata, kelayakan penerapan, dan potensi nilai tambah dari suatu inovasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa S2 ITP UGM memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya membangun riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan global. Kuliah tamu ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi pangan dan bioteknologi yang aplikatif, berdaya saing, serta memberi manfaat bagi masyarakat.