Probiotik lokal yang berasal dari pangan fermentasi tradisional Indonesia menjadi bagian dari penelitian dua mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (S2 ITP UGM), Erni Nur Juni Astuti dan Fajar Hidayat, selama mengikuti Six-University Initiative Japan-Indonesia Joint Program (SUIJI) di Ehime University, Jepang.
Dalam program yang berlangsung pada 8 Januari hingga 25 Juli 2026 tersebut, keduanya melaksanakan sebagian rangkaian penelitian tesis di Laboratory of Animal Cell Technology di bawah supervisi Prof. Kosuke Nishi, Ph.D. Penelitian mereka berfokus pada potensi anti-inflamasi produk olahan susu kambing berbasis starter probiotik lokal, yaitu Lactiplantibacillus plantarum subsp. plantarum Dad13 yang diisolasi dari dadih, fermentasi susu kerbau khas Sumatera Barat, serta L. plantarum T3 yang berasal dari growol, fermentasi singkong khas Jawa.
Dalam penelitian tersebut, Erni Nur Juni Astuti mengkaji aktivitas anti-inflamasi pada produk kefir susu kambing dengan penambahan starter probiotik lokal. Sementara itu, Fajar Hidayat meneliti potensi anti-inflamasi pada keju kambing yang difermentasi menggunakan starter probiotik lokal.
Melalui kegiatan tersebut, keduanya memperdalam berbagai pengujian biomolekuler dan kultur sel (cell culture), meliputi uji cytotoxicity untuk mengevaluasi keamanan sampel terhadap sel, analisis ELISA untuk mengukur kadar sitokin inflamasi, serta Real-Time Quantitative PCR (RT-qPCR) untuk mengamati ekspresi gen yang berperan dalam respons inflamasi.
“Melalui program SUIJI, saya dapat mempelajari dan mengaplikasikan metode biomolekuler seperti RT-qPCR dan ELISA secara lebih mendalam. Pengalaman ini juga melatih kedisiplinan dan keterbukaan terhadap perspektif ilmiah baru,” ujar Erni.
Bagi Fajar, pengalaman di Ehime University tidak hanya mendukung pengembangan penelitian tesis, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami pendekatan penelitian pangan fungsional dalam lingkungan akademik internasional. “Program ini membantu saya memperdalam analisis mekanisme anti-inflamasi pada produk pangan fungsional berbasis probiotik lokal, sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan akademisi internasional dan mengenal budaya kerja di Jepang,” tutur Fajar.
Selain melakukan penelitian, keduanya mengikuti laboratory meeting, seminar ilmiah, dan presentasi perkembangan riset bersama mahasiswa serta peneliti di Ehime University. Interaksi tersebut memberikan kesempatan untuk bertukar perspektif sekaligus mengenal budaya penelitian yang menekankan ketelitian, kedisiplinan, dan diskusi ilmiah.
SUIJI merupakan program kolaborasi internasional yang melibatkan UGM, IPB University, dan Universitas Hasanuddin di Indonesia, serta Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University di Jepang. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian sekaligus memperluas pengalaman dan jejaring akademik internasional.
Keikutsertaan Erni dan Fajar dalam program SUIJI menjadi salah satu bentuk dukungan S2 ITP UGM terhadap pengembangan riset pangan berbasis potensi lokal dalam jejaring akademik global. Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.