Luaran penelitian tesis mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), turut dipresentasikan dalam 14th ASEAN Food Safety Forum 2026 sebagai bagian dari paparan UGM. Forum bertema “Microplastics in Food: Emerging Risks and Food Safety Challenges” ini berlangsung pada 2 September 2026 di BITEC Bangna, Bangkok, Thailand.
Hasil awal ini berasal dari penelitian tesis Faris Baha, dengan Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc. sebagai pembimbing utama dan Prof. Dr. tet. nat. Andhika Nugroho sebagai pembimbing pendamping. Temuan tersebut disertakan dalam presentasi “Beyond the Plate: Microplastics in Indonesia’s Food System and ASEAN Food Safety Priorities” yang disusun oleh Dr. Prieskarinda Lestari, S.T. dan Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc.

Penelitian ini berfokus pada validasi metode analisis mikroplastik dalam rumput laut Kappaphycus alvarezii, yang memiliki matriks kaya karagenan. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana menguraikan matriks rumput laut untuk analisis sambil mempertahankan karakteristik partikel mikroplastik. Pendekatan yang dikaji menggunakan wet peroxide oxidation (WPO) berbantuan Fenton untuk tahap penguraian matriks sebelum pengamatan dan identifikasi partikel.
Hasil sementara yang ditampilkan menunjukkan efisiensi penguraian matriks 97,1% pada perlakuan 40 °C dengan penambahan Fe²⁺ selama 72 jam. Pada pengujian dengan penambahan partikel polipropilena (PP) dan polietilena berdensitas tinggi (HDPE), recovery teramati mencapai 100%, yaitu seluruh partikel yang ditambahkan berhasil diperoleh kembali pada pengujian tersebut.
Materi juga melaporkan perubahan parameter morfologi kurang dari 6% dan identitas polimet yang masih dapat dikenali menggunakan Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR). Namun, indeks oksidasi meningkat setelah perlakuan WPO, terutama pada PP. Temuan ini menunjukkan pentingnya menilai recovery, morfologi, identitas polimer, dan perubahan kimia secara bersama-sama dalam validasi metode.
Riset yang disampaikan masih merupakan bagian dari tesis yang sedang berlangsung. Penerapan metode pada sampel lapangan dan interpretasi statistik akhir masih dalam proses. Karena itu, angka yang dipaparkan merupakan hasil awal validasi pada kondisi pengujian tertentu dan belum menjadi gambaran tingkat kontaminasi mikroplastik pada rumput laut di lapangan.
Penelitian dan diseminasi luaran tesis ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi riset mahasiswa, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan metode analisis yang andal. Kahian mikroplastik pada rumput laut juga sejalan dengan SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas oenelitian tentang sumber daya laut. Penyampaian hasil dalam forum ASEAN mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pertukaran pengetahuan ilmiah lintas negara dan perluasan jejaring akademik.