Dua mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (S2 ITP UGM), Erina Wulandari dan Wasilatul Karimah, mengikuti Research-Oriented Incoming Student (ROIS) Program di Graduate School of Agricultural Science, Tohoku University, Jepang. Program tersebut berlangsung pada 5 Januari hingga 30 Maret 2026.
ROIS Program merupakan program mobilitas akademik internasional yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan penelitian di lingkungan akademik Tohoku University. Selain melakukan penelitian di laboratorium, peserta juga mengikuti seminar, diskusi ilmiah, dan berbagai kegiatan akademik bersama dosen serta mahasiswa internasional.
Selama mengikuti program, Erina dan Wasilatul melaksanakan sebagian rangkaian penelitian tesis di Laboratory of Nutrition di bawah supervisi Prof. Hitoshi Shirakawa. Keduanya juga mengikuti laboratory meeting, seminar, dan presentasi perkembangan penelitian.
Erina melakukan penelitian mengenai profil asam lemak, asam amino, dan senyawa bioaktif pada beras pecah kulit IR-64 dan beras hitam Cempo Ireng yang telah dikecambahkan. Sementara itu, Wasilatul meneliti peran mekanisme koagulasi asam, garam, dan enzim terhadap pembentukan ikatan dan profil protein tahu koro pedang putih (Canavalia ensiformis (L.) DC).
Melalui kegiatan tersebut, Erina mendalami analisis vitamin K menggunakan high-performance liquid chromatography (HPLC). Adapun Wasilatul mempelajari analisis matriks protein melalui pengukuran kadar gugus sulfhidril dan karakterisasi profil protein menggunakan SDS-PAGE.
Selain meningkatkan keterampilan laboratorium dan analisis data, pengalaman penelitian di Tohoku University memberikan wawasan kepada keduanya mengenai pengelolaan laboratorium, dokumentasi hasil penelitian, kedisiplinan, serta budaya diskusi ilmiah di Jepang. Interaksi dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara juga membantu memperluas perspektif akademik dan kemampuan komunikasi internasional.
Menurut Erina, program ini memberikan kesempatan berharga untuk mempelajari analisis vitamin K yang masih relatif sulit dilakukan di Indonesia. “Melalui program ini, saya dapat mempelajari metode analisis vitamin K pada bahan pangan secara lebih efektif dan efisien. Saya juga belajar menjadi lebih mandiri, disiplin, dan terbuka terhadap berbagai perspektif ilmiah,” ujar Erina.
Wasilatul juga menyampaikan bahwa lingkungan akademik dan fasilitas laboratorium di Tohoku University sangat mendukung pelaksanaan penelitiannya. “Program ini membantu saya memperdalam analisis ikatan dan profil protein sekaligus mengenal lingkungan akademik internasional. Saya juga berkesempatan berinteraksi dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai latar belakang serta mengenal budaya Jepang lebih dekat,” tutur Wasilatul.
Keikutsertaan Erina dan Wasilatul dalam ROIS Program diharapkan dapat mendukung penyelesaian penelitian tesis sekaligus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mereka. Program ini juga menjadi bagian dari upaya S2 ITP UGM dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan kolaborasi penelitian dengan Tohoku University.
Kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.