Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (S2 ITP), Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Nur Afni Rezkika (angkatan 2024 genap) dan Fiki Nimatul Jannah (angkatan 2024 ganjil) berhasil meraih penghargaan dalam ajang International Student Summit Kategori Esai Internasional yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan International Student Association (INSAN) Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) serta World Association of Young Scientists (WAYS). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dengan beragam subtema keilmuan. Dalam kompetisi tersebut, Nur Afni dan Fiki berhasil meraih Gold Medal sebagai bentuk pengakuan atas kualitas karya ilmiah, penghargaan Best Presentation atas kemampuan penyampaian ide yang unggul, serta dinobatkan sebagai 3rd Winner pada kategori esai internasional.
Esai yang mereka usung mengangkat pengembangan intelligent biopackaging berbasis kulit buah naga yang terintegrasi dengan aplikasi MeatSafe. Inovasi ini menawarkan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time, sehingga mampu meningkatkan perlindungan konsumen dan mendukung keamanan pangan.
Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun memiliki risiko tinggi mengalami penurunan kualitas akibat kontaminasi mikroorganisme, khususnya pada sistem penjualan terbuka seperti pasar tradisional. Penurunan kualitas ini sering kali tidak terdeteksi secara visual oleh konsumen, meskipun secara mikrobiologis telah terjadi pembusukan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Sebagai solusi, tim mengembangkan smart sticker berbasis ekstrak kulit buah naga yang mengandung pigmen betalain, senyawa alami yang sensitif terhadap perubahan pH. Perubahan warna pada stiker kemudian dianalisis melalui aplikasi MeatSafe menggunakan kamera smartphone, sehingga konsumen dapat memperoleh informasi kualitas daging secara objektif dan praktis. Selain meningkatkan aspek keamanan pangan, inovasi ini juga memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai bahan baku, sehingga mendukung prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular. Gagasan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Rangkaian kompetisi berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, seluruh peserta mempresentasikan karya melalui sesi presentasi poster di hadapan dewan juri sebagai tahap seleksi awal. Peserta terbaik dari masing-masing subtema kemudian melaju ke tahap final untuk melakukan presentasi lanjutan menggunakan media PowerPoint guna memperebutkan posisi Juara 1, 2, 3, serta runner-up. Melalui penyampaian materi yang komprehensif dan argumentasi ilmiah yang kuat, tim S2 ITP UGM berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus.
“Partisipasi dalam kegiatan ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, serta penyampaian gagasan secara sistematis di forum internasional. Kami berharap inovasi ini dapat diimplementasikan dan menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang teknologi pangan,” ungkap Nur Afni dan Fiki.
Keberhasilan Nur Afni dan Fiki menjadi bukti kualitas pendidikan berbasis riset di S2 ITP UGM sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan ide kreatif yang aplikatif dan berdampak bagi keamanan pangan, keberlanjutan, serta kesejahteraan masyarakat.