Yogyakarta – Sebanyak 21 mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (PS M ITP) angkatan Gasal 2025 mengikuti Ujian Proposal Tesis yang diselenggarakan pada 10-11 Agustus 2026 di Ruang 505 dan 514 Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Ujian Proposal menjadi salah satu tahapan penting sebelum mahasiswa memasuki pelaksanaan penelitian tesis. Kegiatan ini bertujuan menelaah kesiapan dan kelayakan rancangan penelitian sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempertajam gagasan riset melalui masukan dari dosen reviewer dan pembimbing.
Pelaksanaan ujian berlangsung secara paralel selama dua hari. Dalam setiap sesi, mahasiswa mempresentasikan proposal penelitian selama maksimal tujuh menit, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama dua dosen reviewer dan dua dosen pembimbing. Pembahasan mencakup ketajaman permasalahan, kebaruan penelitian, kesesuaian metode, hingga kelayakan pelaksanaan riset.
Reviewer juga memberikan masukan yang lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing penelitian, seperti penguatan argumentasi ilmiah, kejelasan desain dan alur eksperimen, pemilihan perlakuan, hingga kesiapan kondisi penelitian. Mahasiswa didorong untuk memastikan setiap tahapan penelitian memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dilaksanakan secara optimal.
Rancangan penelitian yang dipresentasikan mencerminkan beragam pendekatan dalam ilmu dan teknologi pangan. Sejumlah topik berfokus pada pengembangan pangan fungsional dan peningkatan nilai gizi, seperti cookies non-gluten berbasis koro pedang, fortifikasi zat besi pada beras hitam germinasi, serta pengembangan sistem emulsi dan protein nabati untuk menghasilkan karakteristik pangan yang lebih baik.
Eksplorasi pangan tradisional dan fermentasi juga menjadi bagian dari penelitian mahasiswa, antara lain melalui kajian perubahan senyawa bioaktif pada naniura, dinamika fermentasi nammong, serta penerapan fermentasi sourdough pada produk non-gluten. Penelitian lainnya mengkaji struktur dan tekstur pangan, termasuk pemanfaatan gelled emulsion sebagai fat analogue pada sosis vegetarian dan interaksi hidrokoloid dalam pembentukan tekstur patty mikoprotein.
Aspek keberlanjutan turut tercermin melalui penelitian di bidang bioteknologi dan valorisasi biomassa. Beberapa mahasiswa mengeksplorasi carbohydrate-active enzymes (CAZymes), pemanfaatan jerami padi untuk menghasilkan prebiotik dan biovanillin, serta konversi lignoselulosa menjadi sumber karbon untuk proses fermentasi. Sementara itu, inovasi di bidang pengawetan dan pengemasan pangan mencakup pengembangan sistem hurdle, active packaging, serta film cerdas berbasis antosianin sebagai indikator kesegaran pangan.
Pemanfaatan teknologi analisis terkini juga muncul dalam penelitian mengenai karakterisasi komponen kimia biji kopi Canephora menggunakan spektroskopi NIR dan FTIR yang diintegrasikan dengan machine learning. Keragaman pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa PS M ITP UGM berkembang dari pemahaman mekanisme dasar hingga penerapan teknologi untuk menjawab tantangan mutu, gizi, keberlanjutan, dan inovasi pangan.
Melalui diskusi bersama reviewer dan pembimbing, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat rancangan penelitiannya dari berbagai perspektif serta mengidentifikasi potensi kendala sejak tahap perencanaan. Berbagai masukan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan proposal sebelum mahasiswa memasuki tahap pelaksanaan penelitian tesis.
Melalui kegiatan ini, PS M ITP UGM terus mendorong pengembangan penelitian mahasiswa yang kritis, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu dan teknologi pangan.