Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kunjungan akademik ke Kasetsart University, Kampus Bangkhen, Bangkok, Thailand, pada 3 September 2026. Kunjungan ini membuka pembahasan mengenai program gelar ganda, pembimbingan bersama, serta peluang penelitian dan magang bagi mahasiswa.
PS M ITP diwakili oleh Ketua Program Studi, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., dan Sekretaris Program Studi, Dr. Qurrotul A’yun, S.T.P., M.Sc. Di Department of Food Science and Technology, Faculty of Agro-Industry, diskusi melibatkan Assoc. Prof. Dr. Kanithaporn Vangnai, Asst. Prof. Dr. Pathima Udonpaijitkul, dan Assoc. Prof. Dr. Kriskamol Na Jom. Pertemuan membahas kesesuaian program akademik dan bidang riset yang berpotensi dikembangkan bersama.
Salah satu topik utama adalah penjajakan program gelar ganda atau double degree. PS M ITP UGM mengusulkan mode 1+1 dengan satu tesis, publikasi bersama, dan penyetaraan mata kuliah, agar mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studi dalam dua tahun. Pihak Kasetsart University menyambut baik usulan tersebut. Pengembangannya masih memerlukan pembahasan teknis, terutama terkait penyelerasan kurikulum dan pengakuan kegiatan akademik di kedua universitas.
Selain gelar ganda, Kasetsart University menyatakan keterbukaan untuk menerima mahasiswa UGM yang ingin melaksanakan sebagian penelitian tesis serta mengembangkan pembimbingan bersama atau joint supervision. Peluang ini dapat memperluas akses mahasiswa terhadap keahlian dosen dan fasilitas penelitian yang relevan dengan topik tesis. Dukungan pendanaan untuk pertukaran mahasiswa masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Rangkaian kunjungan juga mencakup Institute of Food Research and Product Development (IFRPD). Pertemuan dengan pimpinan dan peneliti institut memberikan gambaran mengenai peluang kolaborasi dalam pengolahan pangan dan pengembangan produk. Fasilitas dan keahlian yang diperkenalkan meliputi pengolahan termal, ekstrusi, teknologi mikroba dan mikroalga, reologi, pilot plant, serta layanan penjaminan mutu pangan.
IFPRD terbuka menerima mahasiswa untuk kegiatan magang penelitian dengan durasi tiga bulan hingga satu tahun. Perannya dalam riset terapan dan konsultasi industri juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mempelajari hubungan antara penelitian, pengembangan proses, dan kebutuhan industri pangan. Pelaksanaan kegiatan tetap memerlukan kesesuaian topik riset serta perencanaan biaya dan akomodasi.
Kunjungan turut mencakup Faculty of Veterinary Technology untuk menjajaki minat riset dan potensi kolaborasi lintas bidang. Peninjauan laboratorium dan fasilitas pengolahan pangan membantu mengidentifikasi sumber daya yang dapat melengkapi kegiatan penelitian di UGM.
Sebagai tindak lanjut, pembahasan teknis dengan Department of Food Science and Technology dapat diteruskan melalui pertemuan daring yang dijembatani oleh Assoc. Prof. Kanithaporn Vangnai. Pemetaan keahlian dosen, topik penelitian mahasiswa, dan kesesuaian kurikulum menjadi dasar untuk mengembangkan kegiatan bersama yang dapat mendukung pembelajaran dan kualitas penelitian tesis PS M ITP UGM.


