Yogyakarta, 30 September 2026 – Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada terus berupaya memberikan dukungan yang komprehensif bagi mahasiswa agar dapat menjalani dan menyelesaikan studi dengan baik. Selain melalui penguatan kompetensi akademik, penelitian, dan pendampingan studi, PS M ITP juga memberikan perhatian pada aspek personal dan kesehatan mental sebagai bagian penting dari keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan magister.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PS M ITP UGM menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Navigasi Ekspektasi dan Kegagalan: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Akademik” pada Rabu, 30 September 2026, di Auditorium Kamarijani-Soenjoto FTP UGM. Kegiatan ini wajib diikuti oleh mahasiswa PS M ITP dan Program Studi Magister Teknologi Hasil Perkebunan, serta terbuka bagi seluruh sivitas akademika FTP UGM.
Kuliah tamu menghadirkan Regis Machdy, M.Sc., National Mega Best Selling Author buku Loving the Wounded Soul sekaligus Co-founder Pijar Psikologi. Melalui pendekatan yang dekat dengan pengalaman mahasiswa, Regis mengajak peserta memahami bahwa perjalanan akademik bukan semata-mata tentang tuntutan untuk terus produktif dan berprestasi, tetapi juga tentang kemampuan mengenali kondisi diri, beradaptasi, dan membangun strategi untuk menghadapi berbagai tekanan selama studi.
Dalam paparannya, Regis membahas berbagai sumber stres akademik, seperti ujian, tugas dan deadline, tuntutan sosial maupun keluarga, fase transisi, hingga persoalan finansial. Ketika tuntutan terus-menerus melebihi sumber daya yang dimiliki, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi burnout. Kondisi ini antara lain dapat ditandai oleh kelelahan mental dan emosional, munculnya sikap sinis atau apatis terhadap studi, serta menurunnya keyakinan terhadap kemampuan akademik diri.
Salah satu pesan penting yang ditekankan adalah agar mahasiswa tidak menjadikan pencapaian akademik sebagai keseluruhan identitas dirinya. Regis mengajak peserta membedakan antara peristiwa, label terhadap diri, dan prediksi mengenai masa depan. Nilai ujian yang kurang baik atau kegagalan dalam suatu proses akademik merupakan sebuah peristiwa yang dapat dievaluasi dan dipelajari, bukan otomatis menjadi ukuran nilai diri maupun penentu keberhasilan seseorang di masa depan.
Mahasiswa juga dibekali sejumlah langkah praktis untuk menjaga kesehatan mental selama menjalani studi. Di antaranya adalah menjaga pola tidur, makan, dan aktivitas fisik; membangun dukungan sosial; berani bercerita dan meminta bantuan; melakukan journaling, latihan pernapasan, dan mindfulness; serta tetap menyediakan ruang bagi aktivitas dan identitas lain di luar kehidupan akademik. Regis juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan layanan konseling atau bantuan profesional ketika diperlukan.
Selain itu, mahasiswa diajak membangun kebiasaan yang membantu menjaga rasa syukur dan apresiasi terhadap diri, mengurangi penggunaan gawai untuk scrolling yang tidak perlu, serta melakukan strategi pengelolaan stres secara rutin. Pesan yang ditekankan adalah bahwa kesehatan mental perlu dipelihara melalui kebiasaan sehari-hari dan tidak ada perubahan yang berlangsung secara instan.
Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pemahaman dan strategi praktis untuk menghadapi dinamika selama studi secara lebih sehat. Mahasiswa didorong untuk mengenali tanda-tanda stres dan burnout, membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan fisik dan mental, serta tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi kesulitan. Dengan demikian, proses pendidikan magister diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kapasitas akademik dan keilmuan, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu menjaga keseimbangan dalam menghadapi berbagai tuntutan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran dan pemeliharaan kesehatan mental serta kesejahteraan mahasiswa, serta SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penciptaan lingkungan pendidikan tinggi yang suportif untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran mahasiswa.