Mahasiswa S2 ITP Raih Medali Perak di Walisongo International Pencak Silat Championships 2025

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (S2 ITP) UGM, Irakiza Gideon, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perak pada Walisongo International Pencak Silat Championships 2025 yang digelar di Semarang pada 4 hingga 7 September 2025. Dalam kompetisi tersebut, ia mewakili PSHT Club Universitas Gadjah Mada dan bertanding pada kategori Laga Kelas E Putra Dewasa.

Kompetisi bergengsi ini mempertemukan para pesilat terampil dan berpengalaman dari berbagai negara, menghadirkan pertandingan yang menuntut ketepatan, ketahanan fisik, dan keberanian tinggi. Bagi Irakiza, yang tergolong baru dalam dunia kompetisi pencak silat, setiap laga menjadi sarana pembelajaran berharga untuk mengasah kekuatan fisik sekaligus ketenangan mental dan strategi bertanding.

Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pelatihnya: Mas Andri Setyawan, Mbak Bariana, dan Mas Izzuh, yang telah mendampinginya dengan sepenuh hati. “Mereka bukan hanya melatih teknik, tetapi juga membentuk mindset, menumbuhkan kepercayaan diri, dan membimbing saya dengan kesabaran luar biasa”, ungkapnya.

Sepanjang pertandingan, Irakiza menemukan bahwa pencak silat bukan sekadar bela diri, melainkan filosofi tentang ketekunan dan ketepatan. “Pencak silat mengajarkan untuk tetap tenang di bawah tekanan, bertindak dengan tujuan, bukan impulsif. Dalam banyak hal, saya melihat kemiripan dengan dunia akademik. Keduanya menuntut kesabaran, kreativitas, dan ketangguhan saat menghadapi ketidakpastian,” jelasnya.

Bagi Irakiza, medali perak ini bukan hanya simbol kemenangan, tetapi juga cerminan proses tumbuh dan belajar. “Pencak silat mengajarkan bahwa penguasaan sejati, baik di atas matras maupun dalam hidup, bukan tentang tidak pernah jatuh, tapi tentang bangkit setiap kali dengan kebijaksanaan yang lebih besar. Perak mungkin tergantung di leher saya, tapi pelajaran emas akan selalu saya bawa di hati,” tutupnya.

Prestasi ini menjadi bukti semangat dan ketekunan mahasiswa ITP, serta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang membentuk karakter, ketangguhan, dan semangat juang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*