Yogyakarta, 1 Juli 2026 — Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Thesis Proposal Writing and Publishing Success: A Practical Guide from Research Gap to Publishable Manuscript with a Case Study on Bioactive Compounds for Acute Metabolic Syndrome.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di Ruang 384 FTP UGM.
Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Jae-Young Je dari Pukyong National University, Korea Selatan, sebagai narasumber. Prof. Je merupakan akademisi dan peneliti di bidang Human Bioconvergence dengan kepakaran pada senyawa bioaktif, khususnya peptida, polisakarida, polifenol, serta pengembangan bahan fungsional berbasis sumber daya hayati laut untuk kesehatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas hibah Top Visiting Professor atau Visiting (Inviting) Top Professors dalam Program Equity WCU Tahun 2025/2026 LPDP dan Kemdiktisaintek yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Hibah ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional, khususnya antara UGM dan Pukyong National University, dalam bidang pangan fungsional, bioaktivitas senyawa bioaktif, dan pengembangan riset bereputasi internasional.
Sesi kuliah tamu dimoderatori oleh Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM, yang juga berperan sebagai koordinator kegiatan hibah Top Visiting Professor tersebut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa pascasarjana memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pakar internasional mengenai strategi penyusunan proposal tesis, identifikasi research gap, desain metodologi, serta pengembangan hasil penelitian menjadi manuskrip ilmiah yang layak dipublikasikan.
Dalam paparannya, Prof. Je menekankan bahwa proposal tesis yang baik tidak hanya berangkat dari topik yang menarik, tetapi harus dibangun dari research gap yang jelas. Menurutnya, sebuah proposal perlu menjawab empat pertanyaan utama, yaitu what, why, how, dan feasible. Keempat aspek ini mencakup ruang lingkup penelitian, signifikansi ilmiah maupun praktis, ketepatan metodologi, serta kelayakan penelitian berdasarkan ketersediaan waktu, fasilitas, sumber daya, dan data pendukung.
Prof. Je juga menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memilih topik penelitian secara strategis. Topik yang baik sebaiknya tidak terlalu luas, tidak terlalu umum, serta memiliki peluang kontribusi ilmiah yang nyata. Dalam konteks studi magister, topik penelitian juga harus realistis untuk diselesaikan dalam rentang waktu studi, namun tetap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi publikasi ilmiah.
Salah satu bagian penting dalam kuliah tamu ini adalah pembahasan mengenai cara menemukan dan merumuskan research gap. Prof. Je memperkenalkan pendekatan bertahap dari current knowledge, limitations in current studies, unanswered gap, hingga proposed study. Pendekatan ini membantu mahasiswa membangun alur berpikir yang lebih sistematis, sehingga penelitian tidak hanya menjawab pertanyaan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai studi kasus, Prof. Je memaparkan potensi marine bioactive compounds dalam penanganan gangguan metabolik, termasuk obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik. Salah satu contoh yang dibahas adalah pemanfaatan Sargassum fulvellum, rumput laut cokelat yang telah lama digunakan sebagai pangan tradisional dan diketahui memiliki potensi antioksidan serta antiinflamasi. Melalui contoh tersebut, peserta diajak memahami bagaimana pengetahuan tradisional, biodiversitas laut, rancangan eksperimen, dan analisis mekanisme molekuler dapat dikembangkan menjadi satu kerangka penelitian yang kuat dan berpeluang untuk dipublikasikan.
Prof. Je juga menunjukkan bahwa penelitian yang baik perlu dibangun melalui beberapa lini pembuktian ilmiah. Dalam studi kasus yang disampaikan, pengujian dapat mencakup seleksi ekstrak, pengujian aktivitas enzimatik, model sel, model hewan, hingga analisis in silico untuk memahami kemungkinan mekanisme molekuler. Pendekatan bertingkat tersebut memperlihatkan pentingnya desain metodologi yang kuat agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Selain penyusunan proposal, kuliah tamu ini juga membahas strategi publikasi ilmiah. Prof. Je menegaskan bahwa publikasi tidak seharusnya dipikirkan setelah penelitian selesai, tetapi perlu direncanakan sejak tahap awal. Mahasiswa perlu mempertimbangkan research gap yang novel namun feasible, memilih jurnal target yang sesuai, menyusun metode dengan kontrol dan replikasi yang memadai, serta siap menghadapi proses revisi dan resubmisi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa S2 ITP UGM diharapkan semakin memahami bahwa tesis dapat menjadi langkah awal menuju kontribusi ilmiah yang lebih luas. Proposal tesis yang disusun dengan baik dapat menjadi fondasi bagi publikasi berkualitas, terutama apabila didukung oleh pertanyaan riset yang jelas, metodologi yang tepat, serta argumentasi ilmiah yang kuat.
Kegiatan kuliah tamu ini juga sejalan dengan tujuan hibah Top Visiting Professor, yaitu memperkuat jejaring riset internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendukung penyusunan manuskrip ilmiah bereputasi, serta mendorong kolaborasi akademik berkelanjutan antara UGM dan mitra internasional. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan pangan fungsional berbasis senyawa bioaktif dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan kuliah tamu bersama Prof. Jae-Young Je ini diharapkan dapat memperkuat atmosfer akademik di lingkungan S2 ITP UGM, mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam menyusun proposal tesis, serta membuka peluang kolaborasi riset internasional di bidang pangan fungsional, bioaktivitas senyawa alam, dan kesehatan metabolik.