Dua mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Universitas Gadjah Mada, Evelyn Gabriella Suliantoro dan Husnul Wati, terpilih menjadi delegasi Indonesia dari UGM dalam FAO Global Conference for Actions on One Health in Agrifood Systems yang diselenggarakan di Food and Agriculture Organization (FAO) Headquarters, Roma, Italia, pada 21-23 September 2026. Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas implementasi pendekatan One Health dalam sistem agripangan.
Kesempatan tersebut diraih setelah Evelyn dan Husnul berhasil memenangkan Sustainable Livestock Transformation Research and Innovation Competition for Young Scientists, yang merupakan bagian dari rangkaian International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation di Jakarta pada Maret 2026. Forum tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Food and Agriculture Organization (FAO) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebagai salah satu bentuk apresiasi, keduanya memperoleh fasilitas penuh (fully funded) untuk mengikuti konferensi global FAO di Roma serta mempresentasikan gagasan ilmiah mereka di hadapan peserta internasional.
Dalam konferensi tersebut, Evelyn dan Husnul berkesempatan memaparkan gagasan inovatif yang dikembangkan di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. Gagasan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai penguatan sistem agripangan yang lebih sehat, aman, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, serta ekosistem secara terpadu.
Selama tiga hari pelaksanaan konferensi, keduanya mengikuti berbagai sesi pleno, diskusi panel, dan dialog multipihak. Pada hari pertama, Evelyn dan Husnul mengikuti sesi pleno bertajuk “Healthy Production Systems for Healthy People, Animals, Plants and Ecosystems” yang membahas keterkaitan antara sistem produksi pangan, keamanan pangan, kesehatan, dan pemenuhan nutrisi.
Pada hari berikutnya, pembahasan berlanjut pada isu ketahanan ekosistem (ecosystem resilience) melalui intervensi pertanian dan kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi ekosistem serta sistem produksi lokal. Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan berbasis data melalui pengawasan terpadu dan sistem peringatan dini, termasuk pemantauan patogen dan Antimicrobial Resistance (AMR) pada air limbah.
Di sela rangkaian konferensi, Evelyn dan Husnul juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, bersama sejumlah diplomat Indonesia. Pertemuan tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya peran generasi muda dan akademisi Indonesia dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan, inovasi, serta diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Keikutsertaan mahasiswa PS M ITP UGM dalam forum ilmiah global ini mencerminkan upaya Program Studi dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam jejaring akademik internasional sekaligus mengembangkan gagasan berbasis sains yang relevan dengan tantangan nyata di masyarakat. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai keterkaitan ilmu pangan dengan isu kesehatan, keberlanjutan, dan sistem agripangan global.
Partisipasi tersebut juga selaras dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan sistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan inovasi berbasis sains yang berpotensi diterapkan pada industri pangan; serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya peningkatan efisiensi sistem pangan, pengurangan kehilangan dan limbah pangan, serta pemanfaatan teknologi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

