Surakarta – Lima mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (PS M ITP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), berpartisipasi dalam Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) V Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 15-16 Juli 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Forum ilmiah nasional yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) ini mengusung tema “Bridging Science to Industry and Society”, sebagai wadah bagi para ilmuwan muda Indonesia untuk memperkuat kolaborasi riset, membangung jejaring lintas disiplin, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian menuju industri dan masyarakat. Selama dua hari penyelenggaraan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari orasi ilmiah, panel diskusi, sharing session bersama Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), workshop paralel, penyusunan rekomendasi nasional, presentasi poster, hingga pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian.
Delegasi PS M ITP UGM terdiri atas Erina Wulandari, Aprilia Elok K. H., Btari Naura K., Berliana Minatus Sania, dan Ilmania Syavitri. Seluruh mahasiswa tersebut mempresentasikan hasil penelitian yang dibimbing oleh Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D., pada dua tema strategis, yaitu Kesehatan dan Bioteknologi serta ketahanan Pangan, Energi, dan Lingkungan.
Tim pertama mengangkat penelitian mengenai penurunan senyawa antigizi pada bungkil minyak sacha inchi melalui proses fermentasi padat. Penelitian ini menunjukkan bagaimana penerapan teknologi fermentasi dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan nilai fungsional produk samping pertanian sehingga berpotensi dikembangkan menjadi bahan pangan bernilai tambah. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pengembangan pangan bergizi yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara optimal.
Sementara itu, tim kedua mempresentasikan penelitian berjudul “Germination-induced Changes in Fatty Acid, Amino Acid, and Bioactive Compound Profiles of Indonesian Cempo Ireng Black Rice.” Penelitian ini mengkaji perubahan profil asam lemak, asam amino, serta senyawa bioaktif pada beras hitam lokal varietas Cempo Ireng setelah proses perkecambahan (germination). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perkecambahan berpotensi meningkatkan kualitas nutrisi dan kandungan senyawa bioaktif beras hitam Cempo Ireng. Temuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis komoditas lokal Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan nilai tambah produk pertanian nasional.
Keikutsertaan kedua tim dalam KIMI V 2026 mencerminkan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam menghasilkan riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di bidang kesehatan, pangan, dan keberlanjutan. Forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi para ilmuwan muda untuk bertukar gagasan, memperoleh masukan dari pakar berbagai bidang, membangun jejaring penelitian, serta memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan bagi pembangunan nasional.
Selain mendampingi mahasiswa sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan UGM, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., juga berkontribusi dalam penyelenggaraan KIMI V sebagai Master of Ceremony (MC) mewakili Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Keterlibatan tersebut mencerminkan kontribusi aktif dosen PS M ITP UGM dalam mendukung penyelenggaraan forum ilmiah nasional sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas ilmuwan muda Indonesia.
Partisipasi Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan UGM pada KIMI V 2026 semakin mempertegas komitmen program studi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdampak. Melalui hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berharga dalam mendiseminasikan karya ilmiah, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi nasional yang akan mendukung pengembangan penelitian di masa mendatang. Sejalan dengan tema “Bridging Science to Industry and Society”, keikutsertaan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis sains yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, ketahanan pangan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan